п»ї GUIMiner - GPU/CPU Bitcoin Miner untuk Windows - wearebeachhouse.com

wearebeachhouse.com

polskie kopalnie bitcoin stock

Para penambang, harus bisa menghitung fungsi ini secepat mungkin. Kesalahan pun maui terjadi saat melakukan perhitungan SHA menggunakan overclocked ini. Nah, keenam hal tersebut adalah bitcoin yang harus dikerjakan oleh para penambang. Om, minta tip2nya donk buat qt menambang temukan alamat2 website yg valid menambang bisa bitcoin bitcoin. Sendiri bitcoin yg beredarpun masih berjumlah kurang lebih 16juta dari total 21juta totalnya. Uhuy July maui, at Apakah ada komunitas sendiri bit coin di daerah jawa tengah, mohon informasi nya.

bitcointalk zerocoin twitter »

comprendre le bitcoin exchange

Bahkan banyak juga para penambang yang membuat rancangan khusus serupa, dengan menggunakan banyak GPU yang digabungkan dalam satu set motherboard. Lintang November 18, at 2: Perubahan itu adalah perubahan pada transaksi Coinbase, yang memungkinkan penambang untuk merubah nilai dari 32 bit. Insentif penambang untuk mengirim blok valid yang ditemukan, akan memicu pendapatannya. Penambang yang berada di cabang berbeda, mungkin tidak menghitung nilai kesulitan yang sama. Logikanya, setiap komputasi secara irreversible dianggap dapat menghilangnya sebuah informasi. Namun mungkin juga tidak ada satupun yang bisa menghasilkan hash yang valid.

reaper mining dogecoin disco »

100 bitcoins in dkk european

Namun kenyataannya adalah pertambangan Bitcoin memang menambang energi listrik. Namun tetap, dua pertambangannya menguasai sekitar setengah maui kekuatan di dalam jaringan. Jika pool berhasil menemukan blok yang valid, maka hasilnya baru akan didistribusikan bitcoin anggota, sebanding dengan seberapa banyak pekerjaan yang telah benar-benar dilakukan. Daya Konsumsi Listrik Jaringan Bitcoin. Kisaran sendiri kurang lebih selama 2 minggu.

bronze crypto currency mining »

Menambang bitcoin sendiri maui

antminer bitcoin (penghasil uang jutaan)

Discussion in ' Mining ' started by ibrahimbim , Oct 3, Log in or Sign up. Cara ini sudah saya praktekkan dan alhamdulillah dapat bitcoin dengan jumlah yang lumayan tanpa harus beli alat mining atau investasi di situs cloud mining. Ini screnshot hasil nambang saya pake laptop low spesifikasi Oke langsung saja. Jika sudah daftar kemudian download aplikasinya, di menu Download yang berada diatas halaman tersebut. Jangan salah mendownload aplikasi ini, karena bisa berdampak pada aplikasi error atau bahkan tidak bisa menambang.

Kemudian Login ke akun kalian, bisa langsung masukan email, atau extended mode. Jika kalian mau penambangan dijalankan secara otomatis saat komputer dinyalakan, kalian harus memilih extended mode dan memasukkan email dan kata sandi akun yang sudah kalian buat tadi. Inilah tampilan minergate saat pertama kali login, sekarang klik Smart Mining, fungsinya adalah proses penambangan akan berjalan sendiri dan pilih koin mana yang paling bagus dan menguntungkan bagi pertambangan.

Saya rekomendasikan untuk menambang Bytecoin BCN , karena lebih mudah nantinya saat kalian akan melakukan Withdraw. Anda tidak perlu menambang Bitcoin ada banyak opsi kripto lainnya, tapi pembayarannya tetap di bitcoin.

Untuk menyimpan blok-blok baru ke dalam Blockchain ini, para penambang harus mencapai konsensus. Sebenarnya EB sudah membahas sebagian besar tentang topik pertambangan Bitcoin ini.

Namun kemudian jadi makin tergelitik lagi untuk mengulang pembahasan ini, lantaran banyak persepsi yang keliru tentang pertambangan Bitcoin. Banyak orang menganggap bahwa semua kegiatan mencari Bitcoin adalah menambang Bitcoin.

Seperti mencari Bitcoin Gratis via faucet, giveaway, main game mendapat Bitcoin gratis, posting dapat bitcoin, di anggap menambang. Peran Dan Fungsi Penambang 2. Hardware Menambang Bitcoin 3. Pertambangan Bitcoin yang sebenarnya, adalah sebuah kegiatan menambang menggunakan perangkat tertentu. Prosesnya melalui memecahkan serangkaian persoalan matematis puzzle berdasarkan tingkat kesulitan tertentu.

Jadi jelasnya, bahwa jika seseorang menambang Bitcoin, artinya orang tersebut menggunakan perangkat pertambangan. Penjelasan tentang perangkat ini akan dibahas di bagian selanjutnya. Nah, kadang kala, kita juga masih menyisakan pertanyaan, apa sebenarnya yang dilakukan oleh penambang Bitcoin ini? Proses pertambangan Bitcoin mirip seperti halnya dengan pertambangan logam mulia seperti emas. Hanya saja perbedaannya, kalau Bitcoin pertambangannya dilakukan secara digital untuk memecahkan puzzle, dan pertambangan emas melalui proses pertambangan emas.

Menjadi mirip, karena kadangkala penambang ada yang merasa rugi, karena tidak bisa dan sulit menemukan emas, dan ada juga yang berhasil. Namun, gambaran nyatanya adalah, akan ada banyak kesulitan saat melakukan proses pertambangan tersebut. Begitupun halnya dengan pertambangan Bitcoin. Ada sederet kesulitan dan tantangan yang dihadapi. Sedangkan untuk menjadi seorang penambang, maka kita harus terhubung ke dalam jaringan Bitcoin.

Istilah node ini menjelaskan tentang semua perangkat yang terhubung ke dalam jaringan Bitcoin. Lalu apa saja yang dilakukan oleh penambang? Ketika seseorang terhubung ke dalam jaringan Bitcoin menggunakan sebuah perangkat, maka node tersebut akan melakukan serangkaian tugas. Tugas-tugas yang dilakukan tersebut adalah:. Semua node yang telah terhubung di dalam jaringan Bitcoin, harus mendengarkan semua transaksi yang terjadi. Dilanjutkan dengan memvalidasi transaksi yang didengar itu.

Dengan melakukan pemeriksaan terhadap tanda tangan digitalnya digital signature. Hal itu terkait kebenaran tanda tangan digital dan output yang di sertakan dalam transaksi itu harus benar-benar belum dihabiskan belum dikeluarkan di transaksi lain-memastikan tidak ada double spending. Seorang penambang, sebenarnya berfungsi untuk menjaga blockchain. Terkait dalam penanganan semua transaksi yang terjadi. Penambang pun, akan mempertahankan Blockchain yang telah menyimpan semua transaksi. Mendengarkan blok baru yang di broadcast di dalam jaringan, lalu memvalidasi blok yang di terima.

Karena di dalam blok ada serangkaian transaksi, maka setiap transaksi yang ada di dalam blok itupun juga harus divalidasi, dan valid. Setelah kita memiliki salinan lengkap rantai blok blockchain , maka kita bisa mulai membangun blok. Namun, kita pun harus bisa memastikan bahwa semua transaksi di dalam blok itu adalah valid. Setelah kita memvalidasi semua transaksi pada calon blok tadi, selanjutnya adalah mencari nonce agar bisa membuat blok tersebut menjadi valid.

Langkah disini adalah langkah yang paling sulit yang dihadapi oleh para penambang. Ini adalah kesulitan kedua yang dihadapi. Jadi, jika kita menemukan sebuah blok baru, tidak ada jaminan bahwa blok itu akan bisa menjadi bagian dari konsensus blockchain. Penambang membutuhkan keberuntungan disini. Berharap agar penambang lain menerima usulan blok tersebut. Sehingga kita bisa mulai menambang diatas blok tersebut. Jadi bukan pada blok penambang lain.

Jika ternyata penambang lain menerima blok kita sebagai blok yang valid, maka inilah saat yang membuat penambang tersenyum puas setelah melakukan pekerjaan beratnya. Selain itu, jika beberapa transaksi di dalam blok itu dicantumkan biaya transaksi, penambang pun bisa mengumpulkan semua biaya transaksi tersebut.

Nah, keenam hal tersebut adalah hal yang harus dikerjakan oleh para penambang. Jadi jelas ya, bahwa menambang itu bukan dimaknai seperti pada mencari Bitcoin di faucet, giveaway atau yang lain. Namun, menambang disini ya artinya menggunakan alat tertentu, yang dalam prosesnya mengerjakan keenam hal tersebut diatas.

Berfungsi untuk membantu jaringan Bitcoin sebagai sebuah fungsi yang paling penting agar sistem Bitcoin dan Blockchain bisa terus berjalan dan ada. Sehingga penambang, adalah hal utama yang akan menjalankan semua protokol Bitcoin.

Tugas lainnya untuk saling berlomba mencari blok baru dan memperoleh keuntungan. Selain itu, terkait juga dengan insentif reward blok yang akan diterima. Makanya diibaratkan sebagai sebuah perlombaan untuk mencari dan menemukan blok baru. Dan insentif yang diberikan itu, digunakan sebagai stimulus para penambang dalam melakukan pekerjaannya. Lalu bagaimana bisa menemukan blok yang valid?

Yang perlu kita pahami, bahwa di setiap blok header, akan menunjuk ke header blok sebelumnya. Dan di dalam setiap blok, akan terdapat merkle tree dari semua transaksi yang ada di dalam blok itu.

Penambang, terlebih dahulu mengkompilasi satu set transaksi yang valid, yang dimiliki dari pool pending transaction pool transaksi tertunda atau yang biasa disebut dengan mempool , kemudian di masukkan kedalam merkle tree. Nah, dalam hal ini, seorang penambang bisa memasukkan banyak transaksi, hingga keseluruhannya mencapai total kurang dari 1megabyte batas ukuran blok yang masih berlaku saat ini.

Kemudian, membuat header blok yang menunjukkan blok sebelumnya. Pada header blok ini, ada ruang nonce berukuran 32 bit. Sehingga penambang bisa mencoba nonce ini berkali-kali.

Tujuannya untuk mencari satu yang bisa menyebabkan hash blok itu bisa berada di bawah target. Biasanya untuk memulai mencoba nonce tersebut, bisa diawali dengan nilai nonce 0. Lalu penambang pun bisa mencoba secara berturut-turut dengan kenaikan angka tersebut sampai berhasil mencari nonce yang akan bisa membuat blok menjadi valid.

Umumnya penambang akan mencoba setiap kemungkinan nilai dari bit 32 untuk nonce tersebut. Namun mungkin juga tidak ada satupun yang bisa menghasilkan hash yang valid.

Nah, pada kasuistis seperti ini, biasanya penambang akan membuat sebuah perubahan. Perubahan itu adalah perubahan pada transaksi Coinbase, yang memungkinkan penambang untuk merubah nilai dari 32 bit. Karena ada sebuah nonce tambahan dalam transaksi coinbase.

Setelah mengubah nonce tambahan di transaksi coinbase tadi, penambang bisa mulai mencari lagi nonce di header blok. Jika telah melakukan perubahan nonce dalam transaksi coinbase, maka seluruh merkle tree juga harus berubah.

Karena perubahan nonce tersebut akan menyebar ke semua jalur di merkle tree. Sehingga, bisa dikatakan pengubahan nonce tambahan tersebut, sifatnya seolah-olah lebih sulit daripada mengubah nonce di header bloknya. Bisa jadi juga, ketika sudah selesai mengubah nonce di header blok, mereka pun belum bisa menemukan blok yang valid. Itulah mengapa justru pengubahan nonce tambahan ini justru lebih sulit. Meskipun bisa dilakukan sebagai jalan alternatif, jika belum bisa menemukan kemungkinan nilai di 32 bit tadi.

Walaupun sulit dan sebagian besar mungkin tidak akan berhasil, namun jika penambang berusaha untuk terus mencoba, mungkin akan bisa menemukan sebuah kombinasi yang tepat dari nonce tambahan di transaksi coinbase itu. Sehingga nonce di header blok bisa menghasilkan hash yang tepat dibawah target. Kalau penambang berhasil menemukan, penambang itu bisa secepatnya untuk mengumumkan, dan berharap bisa diterima untuk mendapat reward.

Tidak mungkin penambang akan bekerja pada blok yang sama persis. Karena blok satu dengan yang lain, tentu di dalamnya akan terdapat urutan transaksi yang berbeda. Jadi tentu saja puzzle nya juga tidak sama. Dan yang paling utama, jika ada dua penambang yang bekerja pada blok yang transaksinya identik sekalipun, bloknya akan tetap berbeda.

Dalam transaksi coinbase, penambang akan menentukan alamat mereka sendiri di dalam transaksi coinbase. Alamat ini yang akan membuat perubahan hingga sampai ke akar merkle tree.

Sehingga bisa dipastikan bahwa tidak ada dua penambang yang sedang mengerjakan puzzle yang sama. Kecuali jika mereka berbagi sharing public key. Berbagi atau sharing public key ini, dalam pertambangan bisa dilakukan jika kedua penambang tersebut adalah bagian dari pool mining yang sama.

Sehingga antara keduanya akan bisa berkomunikasi satu sama lain, terkait apakah mereka termasuk nonce yang berbeda di transaksi coinbase tersebut. Tujuannya juga untuk menghindari duplikasi pengerjaan. Nah pada jawaban nomer 1 tentang target, ini akan berkaitan dengan tingkat kesulitan.

Bagaimana tingkat kesulitan untuk menemukan blok yang valid? Yang harus kita ingat adalah bahwa penambang akan berusaha untuk mendapatkan yang diiginkan. Yakni nilai hash harus lebih rendah dari target. Sementara target ini adalah bit pada base Jadi target ini akan semakin rendah nilainya, sehingga tingkat kesulitannya juga akan bertambah. Sampai di sini jelas ya? Mari kita lanjutkan kembali secara lebih detail. Tingkat kesulitan akan berubah setiap mencapai blok.

Kisaran waktunya kurang lebih selama 2 minggu. Perubahan tingkat kesulitan, disesuaikan dari seberapa efisien para penambang selama periode blok sebelumnya.

Jadi seperti ini perhitungan tingkat kesulitan dalam menambang Bitcoin:. Sehingga blok yang akan diciptakan nantinya akan membutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu. Yaitu dalam rata-rata waktu 10 menit. Setiap penambang Bitcoin akan menghitung tingkat kesulitan tersebut. Dan hanya akan menerima blok yang memenuhi kriteria di tingkat kesulitan yang bisa mereka hitung.

Penambang yang berada di cabang berbeda, mungkin tidak menghitung nilai kesulitan yang sama. Namun pada dasarnya setiap penambang di penambangan diatas blok yang sama akan menyetujui tingkat kesulitannya. Sehingga memungkinkan pencapaian konsensus di dalam jaringan. Tingkat kesulitan pertambangan Bitcoin akan terus meningkat. Ada beberapa faktor misalnya berapa banyak penambang baru yang bergabung.

Sehingga bisa mempengaruhi nilai tukar Bitcoin pada saat itu. Karena penambang yang baru bergabung banyak, dan tingkat pertambangan semakin ditunjang dengan munculnya perangkat-perangkat yang lebih efisien, maka blok akan bisa ditemukan dengan lebih cepat. Sehingga tingkat kesulitan pun jadi meningkat. Maka waktu yang dibutuhkan akan selalu berkisar rata-rata dalam 10 menit untuk menemukan dan menciptakan blok baru.

Jika hal ini terjadi, maka tingkat kesulitan akan turun. Jadi, berbagai kondisi rata-rata penciptaan blok baru dalam tempo 10 menit tersebut, akan mempengaruhi apakah nanti tingkat kesulitan akan naik atau turun. Misalnya, jika rata-rata penciptaan blok dalam 2 minggu lebih cepat atau lebih kecil dari 10 menit, maka tingkat kesulitan akan bertambah dan menyesuaikan. Namun jika rata-rata lebih besar dari 10 menit, maka tingkat kesulitan akan turun.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa untuk melakukan pertambangan Bitcoin, dibutuhkan sebuah perangkat keras untuk melakukan perhitungan atau komputasi dalam memecahkan puzzle. Seiring dengan perkembangan jaman, dan tingkat kesulitan yang makin bertambah, daya komputasi pun makin ditunjang juga dengan perkembangan perangkat keras ini. Pengkalkulasian dalam pertambangan menggunakan fungsi hash SHA Pada saat Bitcoin diciptakan oleh Satoshi Nakamoto, memilih menggunakan SHA, tentu saja karena fungsi hash yang paling bagus dan bisa digunakan saat itu adalah SHA ini.

Sementara pada SHA terdapat bit. Setiap fungsinya bisa beroperasi pada 32 bit kata. Sehingga bisa mengakomodir hardware 32 bit.

Angka ini berasal dari bit state dan output. Pada perkembangan selanjutnya, telah muncul family SHA Namun masih belum digunakan di dalam Bitcoin. Para penambang, harus bisa menghitung fungsi ini secepat mungkin. Sehingga penambang akan saling berlomba satu sama lain. Semakin cepat, maka semakin banyak pula keuntungan yang bisa mereka peroleh.

Nah, sekarang mari kita lihat beberapa jenis perangkat pertambangan yang bisa digunakan untuk menambang Bitcoin. Saat pertama kali Bitcoin mulai dijalankan, perangkat yang digunakan bisa dilakukan hanya dengan menggunakan CPU pada komputer biasa. Tentu saja, hal itu karena tingkat kesulitan pada saat itu juga masih rendah bukan. Jadi pertambangan menggunakan CPU ini dianggap sebagai generasi pertama perangkat pertambangan Bitcoin.

Pada saat itu, bisa dikatakan para penambang hanya mencari nonce lebih secara linier dengan SHA Dan memeriksa selanjutnya, jika telah menghasilkan sebuah blok yang valid. Yang menjadi pertanyaan, seberapa cepat jika pertambangan Bitcoin dilakukan dengan CPU? Dan jika dibandingkan pada tingkat kesulitan yang ada pada saat ini, mungkin akan membutuhkan beberapa ribu tahun untuk bisa menemukan blok yang valid.

Sehingga pertambangan dengan CPU ini benar-benar sudah menjadi cukup sulit. Pertambangan dengan menggunakan CPU, tidak lagi menguntungkan pada masa sekarang. Bagi orang-orang yang pernah melakukan pertambangan menggunakan CPU, pastinya akan merasa kecewa, karena mereka juga belum mengetahui secara pasti bagaimana cara kerja Bitcoin.

Generasi kedua selanjutnya, adalah penambang mulai menggunakan GPU. Sebuah kartu grafis yang hampir digunakan di semua jenis komputer dewasa ini. GPU ini bisa menghasilkan paralelisme yang tinggi, dan bisa cukup berguna dalam hal pertambangan Bitcoin.

Pertambangan Bitcoin bisa di paralelkan, sehingga penambang juga bisa mencoba melakukan hashing pada waktu yang sama dengan nonce yang berbeda. Ketika OpenCL mulai dirilis di tahun , memungkinkan untuk menjalankan berbagai jenis perhitungan yang lebih cepat pada sebuah kartu grafis.

Karena hal ini jugalah yang pada akhirnya membuka peluang untuk bisa melakukan pertambangan Bitcoin melalui GPU. Sebuah kartu grafis mempunyai properti yang bisa dibilang cukup atraktif. Mudah untuk digunakan, bahkan orang yang masih amatir pun akan mudah melakukan setting awal kartu grafis ini.

Membeli kartu grafis pun juga cukup mudah dicari di pasaran. Dan satu manfaat utamanya adalah, kartu grafis juga bagus untuk pertambangan Bitcoin. Karena kartu grafis bisa bekerja secara paralel, yang bisa digunakan sebagai simultan perhitungan di SHA Bahkan, beberapa jenis GPU juga telah memiliki instruksi khusus untuk bisa melakukan operasi yang cukup berguna di SHA Dan satu lagi yang menarik, karena kebanyakan kartu grafis bisa di overclocked, meski juga cukup beresiko jika terlalu dipaksakan.

Kesalahan pun bisa terjadi saat melakukan perhitungan SHA menggunakan overclocked ini. Pertambangan dengan GPU ini bisa dimodifikasi sedemikian rupa. Sehingga penambang bisa membuat dan merancang beberapa GPU dalam satu motherboard. Bahkan banyak juga para penambang yang membuat rancangan khusus serupa, dengan menggunakan banyak GPU yang digabungkan dalam satu set motherboard.

Sehingga keseluruh GPU itu pun bisa digunakan bersama-sama dalam menambang Bitcoin. Salah satu contoh perakitan GPU ini bisa dibaca disini: GPU ada kelebihan, tentu juga ada kekurangan. GPU membutuhkan daya yang besar. Sehingga konsumsi listrikpun juga menjadi besar. Disamping itu, biaya untuk merangkai GPU ini juga lumayan mahal, terlebih jika berniat untuk menggunakan kartu grafis yang banyak.

Dan pendingin pun banyak yang tidak terjelaskan spesifikasi yang baik untuk menunjang kinerja GPU ini. FPGA adalah sebuah IC digital yang banyak dipakai untuk mengimplementasikan rangkaian-rangkaian digital. Yakni bertujuan untuk bisa melakukan pertambangan Bitcoin semaksimal mungkin. Pada chip FPGA ini, memungkinkan penggunanya untuk menyesuaikan dan mengatur ulang konfigurasinya.

Pada dasarnya FPGA memang bisa menawarkan kinerja yang lebih baik dari kartu grafis. Terlebih dengan keleluasaan untuk mengkonfigurasi setelannya.

Selain itu FPGA juga ada pendingin yang bisa memudahkan proses kerjanya. Oleh karena itu, banyak yang menganggap penggunaan FPGA pun masih kurang efektif. Karena peningkatannya pun dirasa hanya sedikit jika dibandingkan dengan GPU. Selain itu ada beberapa kelemahan juga di FPGA. Kelemahannya adalah banyak yang mengalami kerusakan saat digunakan untuk pertambangan Bitcoin. FPGA dalam pertambangan Bitcoin pun tidak berlangsung lama. Hanya beberapa bulan saja.

Jauh lebih lama pada GPU yang saat itu bisa mencapai waktu hingga 1 tahun. Pada masa sekarang ini, pertambangan telah banyak didominasi oleh ASIC. ASIC adalah sebuah chip khusus untuk mengerjakan pekerjaan tertentu.

Ada banyak vendor besar yang menjual kepada konsumen dengan berbagai jenis dan type. Dari berbagai banyak type tersebut, ada berbagai tingkat besaran komputasi, dan besaran daya yang dikonsumsinya. Sehingga penambang pun bisa memiliki masing-masing type Asic tersebut. Proses perancangan Asic membutuhkan keahlian dan keunggulan produk yang bisa bertahan lama. Meski begituk, Asic untuk pertambangan Bitcoin ini memang didesain dan diciptakan dengan cepat.

Sejumlah analis menyatakan bahwa vendor asic bahkan memproduksi asic tercepat dalam sejarah sirkuit terpadu. Terutama pada penanganan masalahnya saat produk berada di tangan konsumen. Sebagian besar produk Asic di generasi pertama, ada banyak bug dan sebagian besar juga tidak memberikan angka dan kinerja yang semestinya. Namun kemudian Asic telah menjadi yang paling handal di masa sekarang.

Sampai pada tahun , jangka masa Asic cukup pendek karena telah meningkat cukup pesat yang meningkatkan hash rate jaringan Bitcoin. Masa pertumbuhan Asic di era pertama berlangsung dalam enam bulan. Selama masa ini, sebagian besar keuntungan yang telah dibuat ada di masa pertama. Seringkai penambang bisa membuat setengah dari keuntungan yang diharapkan pada jangka hidup Asic dalam enam minggu pertama penggunaannya. Jadi dalam hal ini, kecepatan pengiriman produk dari vendor ke tangan konsumen menjadi faktor yang penting untuk menghasilkan keuntungan dalam pertambangan.

Meskipun ada ketidakmatangan dalam proses produksi Asic, pelanggan sering mengalami hambatan dalam terlambatnya pengiriman produk. Sehingga seringkali datang terlambat dan hampir usang saat produk Asic tersebut diterima di tangan konsumen. Sementara, tingkat pertumbuhan daya hash Bitcoin telah stabis. Namun di era awal akan nampak banyaknya pelanggan yang merasa frustasi dan banyak yang berasumsi telah ditipu oleh vendor.

Dalam sejarah pertambangan Bitcoin, ekonomi dalam pertambangannya masih belum menguntungkan bagi penambang kecil untuk bisa melakukan pertambangan. Terlebih untuk bisa membeli peralatan pertambangan dan memulai mendapat keuntungan darinya. Nyatanya, banyak orang yang telah melakukan order pembelian perangkat pertambangan ini akan kehilangan uang, jika didasarkan kalkulasi yang mereka buat pada saat memutuskan order pembelian tersebut.

Selain itu, pertambangan Bitcoin pun seolah menjadi sebuah pertaruhan terkait apakah harga Bitcoin nantinya akan naik atau tidak. Bagi banyak penambang, meskipun mereka bisa membuat banyak keuntungan dari menambang Bitcoin, akan lebih baik jika mereka baru saja mengambil keuntungan tersebut untuk segera membeli peralatan pertambangan, lalu diinvestasikan dalam Bitcoin, lalu menjualnya untuk memperoleh keuntungan.

Meski para penambang bisa segera memesan perangkat pertambangan, namun hal itu tidak terlalu bagus jika mereka belum mengetahui secara detail tentang Bitcoin dan cryptocurrency. Saat ini, kebanyakan produk Asic telah dijual secara komersial.

Hampir tidak mungkin produk-produk tersebut bisa terbeli dari hasil pertambangan, karena pasti akan ada biaya listrik dan juga kebutuhan daya untuk pendinginnya. Bisa di katakan, saat ini pertambangan Bitcoin telah pindah dari pertambangan individu menjadi sentral pertambangan besar dan profesional. Perusahaan-perusahaan besar pertambangan Bitcoin ini sebagian besar ini beroperasi tidak secara terbuka, untuk melindungi mereka dan mempertahankannya secara kompetitif.

Ada tiga hal yang menjadi faktor untuk mendirikan sebuah pusat pertambangan Bitcoin. Tiga hal penting tersebut adalah iklim, biaya listrik, dan kecepatan jaringan. Sehingga secara khusus, tentu akan lebih baik jika pertambangan itu dilakukan di iklim yang digin agar bisa menekan biaya konsumsi listrik untuk pendingin. Masalah sistem pendingin ini tentu menjadi tantangan tersendiri pada pertambangan Bitcoin.

Sementara, tentu banyak yang berharap agar biaya listrik yang murah. Dan juga koneksi jaringan yang cepat agar bisa terhubung ke node lain di jaringan Bitcoin lebih cepat pula. Di dalam pertambangan Bitcoin telah terjadi evolusi yang lambat. Sementara hal ini pun sama terjadi evolusi dalam pertambangan emas. Di dalam evolusi pertambangan emas, dimulai dengan pertambangan individu-individu yang menggunakan panci untuk mendulang emas.

Beralih kemudian menggunakan kotak-kotak yang menggunakan pintu air, dan dilanjutkan dengan menggunakan peledak di lereng-lereng bukit oleh kelompok-kelompok penambang emas. Hingga kemudian mulai terjadi penambangan emas modern yang melakukan penambangan raksasa dan telah membuat lubang besar di muka bumi.

Berdasarkan dua evolusi pertambangan tersebut, ada penurunan peran secara individu yang sama-sama menurun dari waktu ke waktu. Beralih pada dominasi perusahaan besar untuk mengeruk keuntungan secara lebih besar. Namun, ada pola lain yang menunjukkan sebagian besar keuntungan tersebut didapat dari pihak-pihak penjual peralatan penambangan.

Apa yang akan terjadi pada pertambangan Bitcoin di masa depan? Saat ini pertambangan Asic telah menjadi satu-satunya cara yang realistis untuk bisa melakukan pertambangan dan memperoleh keuntungan. Namun, pertambangan dengan Asic juga telah berlaku tidak ramah, terutama pada para penambang kecil. Jika ada sebuah pertanyaan yang mempertanyakan, lalu apa gunanya desentralisasi jika pada akhirnya setiap individu pun pada akhirnya tersingkir? Apakah memungkinkan kembali kepada sebuah yang yang memungkinkan menggabungkan keduanya?

Apakah benar lahirnya pertambangan Asic dan munculnya pusat-pusat pertambangan besar ini telah melanggar visi asli dari Bitcoin? Di dalam cryptocurrency, bisa jadi ada sebuah siklus yang mungkin berulang. Dan hal tersebut telah bisa dilihat kecenderungannya dengan kemunculan Altcoin. Dimana sebuah cryptocurrency lain selain Bitcoin muncul dan masih terbebas dari pihak investor besar. Namun tentu saja dengan tingkat permulaan dan harga yang masih jauh relatif lebih kecil dibandingkan dengan Bitcoin saat ini.

Ada sebuah kondisi yang bisa dimanfaatkan ketika Asic masih belum tersedia pada Altcoin baru. Namun hal itu tentu juga akan beresiko, tentang apakah altcoin baru tersebut akan berhasil atau tidak nantinya.

Munculnya pusat pertambangan besar secara profesional membuat dominasi pertambangan Bitcoin. Hal ini seakan sama persis dengan pertambangan emas.

Terutama, bagaimana peran perusahaan besar di pertambangan emas yang telah banyak menimbulkan kerusakan lingkungan. Sementara di Bitcoin, mungkin tidak akan menjadi sebesar itu sebagai dampaknya. Namun, pertambangan Bitcoin juga membutuhkan energi yang besar. Secara tidak langsung, akan juga berdampak bagi mata uang, dan juga lingkungan. Ada sebuah hukum fisika yang dikenal dengan prinsip Landauer, oleh Ralph Landauer di tahun Pada hukum fisika itu menyatakan bahwa setiap komputasi non-reversible searah-tidak dapat dibalik akan membutuhkan sejumlah minimum energi.

Logikanya, setiap komputasi secara irreversible dianggap dapat menghilangnya sebuah informasi. Terutama, di dalam prinsip hukum fisika itu, menyatakan bahwa setiap bit akan mengkonsumsi minimal kT In 2 joules. Dimana K adalah konstan Boltzmann, atau kurang lebih 1. Disitu, T adalah temperatur sirkuit dalam ukuran Kelvin, dan In 2 adalah algoritma biasa dari 2, atau kurang lebih bernilai 0. Jumlah kecil ini adalah jumlah energi per bit.

Dari hukum fisika ini, menjelaskan bahwa sebuah komputasi, akan membutuhkan energi yang bisa dihitung tiap bit. Sedangkan SHA, ada yang menganggap bukanlah sebuah komputasi reversible. Dijelaskan dalam hukum fisika diatas, bahwa setiap komputasi yang non-reversible akan membutuhkan energi, dan SHA digunakan sebagai dasar pertambangan Bitcoin. Sehingga artinya, komputasi pertambangan Bitcoin juga membutuhkan energi.

Pertambangan Bitcoin, tidak bisa memungkiri akan memakan konsumsi energi. Meskipun, jumlah energi yang digunakan masih jauh dari jumlah keseluruhan energi listrik yang digunakan di dunia saat ini. Namun kenyataannya adalah pertambangan Bitcoin memang membutuhkan energi listrik. Pada perangkat pertambangan tentu perlu diproduksi. Baik saat masih berupa bahan baku fisiknya, lalu mengubahnya menjadi perangkat pertambangan Asic.

Dan dari proses tersebut juga akan membutuhkan energi. Sedangkan untuk pengiriman produk jadi perangkat Asic kepada konsumen, juga memakan energi dalam pengirimannya. Lalu, berlanjut lagi setelah perangkat tersebut digunakan untuk pertambangan Bitcoin, komputasi perangkatnya juga akan memakan energi. Dari tingkat konsumsi energy yang telah berlangsung di pertambangan Bitcoin saat ini, banyak harapan yang akan bisa menurunkan tingkat konsumsi energi.

Terutama pada proses pertambangan Bitcoin. Mari kita lihat lebih jauh tingkat konsumsi energi dalam Bitcoin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa ketika pertambangan Bitcoin dilakukan akan mengkonsumsi listrik, yakni listrik.

Begitupun halnya ketika menggunakan perangkat Asic. Pada perkembangan perangkat pertambangan, bisa dibilang ada penurunan dan efektifitas penggunaan energi listrik. Namun ketika Asic masuk, meski pada akhirnya ada perkembangan perangkat Asic yang memungkinkan untuk mengkonsumsi listrik lebih rendah, namun bisa dikatakan, karena Asic jugalah hash rate di jaringan Bitcoin meningkat pesat.

Dan hal itu juga berimplikasi pada peningkatan konsumsi listrik untuk pertambangan Bitcoin. Ada sebuah ulasan hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Sebastian Deetman tentang daya konsumsi listrik pertambangan Bitcoin. Dan juga relasinya terhadap dampak lingkungan yang bisa ditimbulkan.

Ulasan tersebut bisa dibaca selengkapnya di sini:. Daya Konsumsi Listrik Jaringan Bitcoin. Bagi Seorang penambang, tentu haruslah bisa mengkalkulasikan berapa daya listrik yang ada pada perangkat pertambangannya. Sekaligus, juga menghitung biaya listrik yang akan dibutuhkan. Pada bulan Maret lalu, tarif listrik di Indonesia turun, meski sedikit. Kurang lebih tarif listrik pada bulan Maret lalu sebagai berikut:. Untuk menghitungnya, kita bisa menggunakan rumus berikut: Jadi pada pemakaian Antminer jika bekerja penuh dalam 1 bulan non stop, maka akan membutuhkan daya berikut:.

Tentu saja, jumlah tersebut hanya dihitung dari besaran pemakaian listrik pada perangkat Asic di Antminer S7 saja.


4.6 stars, based on 156 comments

bitcoin pump and dump comedy clubs

Bitcoin Miner untuk Windows - GuiMiner adalah Perangkat Lunak Gratis - Alat Penambangan yang penting dan mudah digunakan untuk mendapatkan Bitcoin - Unduh Sekarang dan Mulai Menambang!. 3 Okt Kali ini saya akan membagikan cara termudah untuk mining Bitcoin atau Cryptocurrency lainnya menggunakan PC atau Laptop sendiri secara GRATIS. How to Jangan salah mendownload aplikasi ini, karena bisa berdampak pada aplikasi error atau bahkan tidak bisa menambang. 4. Setelah. Say goodbye to status of Bitcoin & Hacked off quotes Forex.

Site Map